Roy Suryo

Roy-Suryo menpora

Roy Suryo tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi. Namun, oleh media massa Indonesia, Roy Suryo sering dijuluki sebagai pakar informatika, multimedia dan telematika. Lahir di Yogyakarta, 18 Juli 1968, memiliki nama asli Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau disingkat KRMT Roy Suryo Notodiprojo adalah kerabat Puro Pakualaman. Gelar kebangsawanan tersebut diberikan karena Roy Suryo merupakan keturunan Keraton Surakarta, anak ke tiga pasangan Prof. Dr. dr. KPH Soejono Prawirohadikusumo, SPs, SP. Kd. dan R Ay. Soratmijati Notonegoro.

Sebagai keturunan langsung Paku Alam, masa kecil dia habiskan di Ndalem Notowinatan dengan ketiga saudaranya, seperti anak – anak pada umumnya bermain gundu atau layang-layang.

Semenjak sekolah dasar, Roy sudah gemar dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan elektronik. Semasa menjadi siswa di SMP 5 Padmanaba Yogyakarta, keterampilannya di bidang elektronik mulai terlihat. Roy sangat serius mengikuti kegiatan ekstra kurikuler elekronika. Keterampilannya sering ia praktekkan dalam memperbaiki peralatan elektronik milik ibunya yang rusak

Dari kegemarannya terhadap dunia tehnologi itu, Roy pernah merancang sistem Amplifier dan Komunikasi Sekolah. Suatu ketika Roy pernah mengacaukan jaringan Intercom di sekolah, akibatnya selama seminggu jadwal pelajaran di SMPN 5 menjadi tak beraturan.

Kecintaanya tersebut dibawa hingga menjadi siswa SMA 3 Yogyakarta dengan bergabung dalam kelompok ilmiah remaja bidang fisika dan sempat diangkat sebagai Ketua untuk periode 1984-1985. Kemudian Roy kembali menciptakan inovasi baru dengan merancang amplifier. Selain itu, Roy juga ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari.

Selepas lulus, Roy Suryo masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (1991-2001). Semasa kuliah pernah menjadi ketua Komako (semacam ketua senat, tapi di Jurusan), sekaligus menjabat sebagai Ketua Publisia Photo Club Komuniksi UGM, Sekretaris Himpunan Seni Foto Amatir HISFA (mulai 1996) dan bersama teman –  temannya pernah mendirikan sebuah teve kampus dengan diberi nama Channel Sebelas (VHF). Namun akhirnya dilarang oleh balai monitoring karena mengganggu siaran lain.

Tahun 1994-2004, Roy Suryo menjadi dosen di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI). Roy juga pernah tercatat sebagai dosen tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM.

Selama ini Roy Suryo yang sewaktu kanak-kanak sempat juga mempunyai cita-cita jadi sopir bus, dikenal memiliki hobi yang aneh. Antara lain hobi di bidang otomotif, seperti fotografi dan mengoleksi mobil Mercy serta mobil-mobil kuno. Ditempat tinggalnya, Yogya berderet lebih dari 50 mobil Mercy dalam kondisi sangat terawat. Koleksi mobil itu dari buatan tahun 1935 sampai buatan tahun 2006, uniknya lagi semua mobil itu memiliki nomor polisi yang sama AB 8888.

Ketika bepergian suami Ririen ini, tidak pernah lepas dari benda pusaka kesayangannya ; tiga handphone, sebuah handy talkie, dan laptop.

Dalam perjalanan karirnya, Roy sering menjadi narasumber di berbagai media massa Indonesia untuk bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia. Tutor Diklat RCTI, TPI & Reguler di SAV Puskat & Mandiri (mulai 1997), Widyaiswara Sistem Informasi Diklat Depdagri & Deppen (mulai 1998) dan sebagai Konsultan Internet & Video Teleconference Polda DIY (mulai 1999) serta Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Teknologi / BPTIY (mulai 1999). Tahun 2009-2014, tercatat sebagai Anggota DPR/MPR RI

Roy Suryo juga pernah mendapat berbagai penghargaan di antaranya penghargaan dari lomba fotografi tingkat nasional, meliputi ;

  • Juara I Lomba Foto Perkebunan Tingkat Nasional (1995).
  • Juara I Nikon Photo Contest JPVE (1995).
  • Juara II Lomba Foto Iptek Tingkat Nasional (1995).
  • Juara II Lomba Foto Rona Marina Aerobic (1995).
  • Juara I Lomba Foto Depparpostel Tingkat Nasional (1996).

Serta ditambah perolehan penghargaan dari berbagai pihak, meliputi

  • Dosen Teladan II Fakultas Seni Multimedia ISI Yogya (Juli 1998).
  • IJTI-Award 2000″ untuk bidang pendidikan (Juni 2000).
  • Menerima “Golden Award Indonesian Telematika Writer” (September 2000).

Roy Suryo adalah seorang pengurus Partai Demokrat di bidang Komunikasi dan Informatika. Terakhir tercatat sebagai ketua departemen komunikasi dan informasi di Partai Demokrat dan penanggung jawab redaksi di situs resmi Partai Demokrat. Resmi ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA) pada tanggal 15 Januari 2013, menggantikan Andi Mallarangeng yang tersandung kasus Korupsi Hambalang.

Nama Roy Surya memang tidak bisa lepas dari tingkah laku yang mengundang kontroversi, berikut ini adalah beberapa kontroversi yang pernah menghinggapi Roy Suryo ;

  • Pada 2007, Roy Suryo mengklaim telah menemukan lagu Indonesia Raya asli. Ia juga mengaku telah meneliti tiga versi lagu Indonesia Raya bersama Tim Air Putih. Akan tetapi belakangan pernyataannya itu diklarifikasi. Temuan tersebut bukan lagu Indonesia Raya asli tapi direkam perusahaan piringan hitam, Pasar Baru, milik To Kim Chan. Bahkan, lagu tersebut telah ditayangkan sebuah televisi lokal Surabaya dan telah diunggah ke YouTube sejak 2006.(yahoo)
  • Pada November 2008, Roy Suryo secara terbuka melakukan perang urat syaraf dengan musisi Ahmad Dhani terkait video klip lagu Dewa 19 yang menayangkan logo Dewa 19 di tengah-tengah bendera merah putih dalam video klip lagu “Perempuan Paling Cantik di Negeri Indonesia”. Roy pun melaporkan Ahmad Dhani ke Mabes Polri karena diduga melanggar Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 1958. Atas perseteruan tersebut, Roy saat itu menjadi news maker khususnya di kalangan infotainment.(inilah.com)
  • Saat menjadi saksi ahli dalam sidang kasus Marcella Zalianty dan Ananda Mikola pada 16 April 2009, kesaksian Roy diragukan oleh Ruby Z Alamsyah. Ruby adalah digital forensic analyst (analis forensik digital). Ruby berpendapat, Roy Suryo tidak punya standar operasional sebagai seorang ahli telematika. Dan merujuk ke standar internasional, hasil analisis Roy tidak valid dan tak berkualitas sebagai barang bukti dalam kasus Ananda Mikola. (merdeka)
  • Di dunia maya, musuh Roy tidak sedikit, apalagi ketika dia menuduh para blogger adalah tukang tipu. Roy bahkan menuding bahwa defacing (mengubah halaman situs/website pihak lain) yang terjadi pada beberapa situs milik pemerintah dilakukan oleh para blogger dan hacker. Beberapa situs, blog, didedikasikan untuk menghina Roy Suryo di dunia maya. Ketikkan saja nama Roy Suryo di mesin pencari, cari gambarnya, maka berbagai gambar hasil olahan yang menghina anggota DPR asal Yogyakarta itu akan muncul dan membuat kita tersenyum.(merdeka)
Share Button

You may also like...

4 Responses

  1. kakaakin says:

    Jadi tau lebih banyak tentang beliau :)

  2. uswah says:

    heheehee,, kok bisa2nya dijuluki pakar telematika ya? :D

  3. Semoga dunia olahraga di Indonesia semakin maju dah…
    — aku menunggu buktimu —

  4. roy suryo lagi naik pamor sekarang…semoga beliau bisa menemukan solusi yang tepat untuk PSSI :)

Tinggalkan Komentar Anda

%d bloggers like this: