Sutan Bhatoegana adalah politisi dari Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR dan juga Ketua DPP Partai Demokrat. Sebelumnya, Sutan pernah menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat. Beliau dikenal sebagai pribadi yang tegas menanamkan bahwa pejabat publik seharusnya lepas dari kepartaian dan menjadi milik rakyat. Namun Sutan juga dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang setia dari awal partai berdiri hingga saat ini.

Pria kelahiran 3 September 1957 biasa dipanggil Sutan ini, memang sekilas terlihat orang yang tegas namun dibalik ketegasannya dirinya merupakan pribadi yang humoris, dan pandai mencairkan suasana. Melihat maraknya ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah bahkan parpol, selaku Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, dirinya melihat masalah bangsa seperti krisis ekonomi, kepercayaan bermula dari krisis moral yang marak terjadi di Indonesia. Karena itu, dirinya menginginkan orang yang dapat berjuang dengan menjunjung tinggi moral dapat ikut membesarkan partai Demokrat.

Menurut Sutan, ada alasan yang mendukung keinginan tersebut. Alasan pertama, ingin mewujudkan nasional religius. Sehingga ia tidak mempermasalahkan apapun agama orang-orang yang tergabung dalam partai Demokrat, yang penting orang tersebut mempunyai agama, serta memikirkan kebangsaan yang prular ini.

Kedua, lanjutnya, ia menginginkan supaya Demokrat mencontohkan, bila orang-orang demokrat terpilih sebagai pejabat publik, maka ia lepas dari kepartaian.?Ketika ia menjadi Pejabat publik, maka ia sudah lepas sebagai pengurus partai. Agar demokrat menunjukkan kepada rakyat bahwa kader demokrat, milik rakyat. Bukan lagi milik partai,? tandas ayah tiga orang anak ini.

Ia menambahkan, menteri-menteri dan pejabat lainnya yang berasal dari Demokrat, maka saat ini tidak lagi berada di DPP. ?Jadi mereka merupakan milik rakyat seluruh rakyat Indonesia, yang berarti untuk semua partai. Masyarakatpun tidak sungkan-sungkan lagi curhat sama mereka. Tidak lagi ada persepsi bahwa Menteri itu milik partai, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ia mengharapkan Demokrat tetap eksis dan terus mendapat dukungan dari rakyat. ?Terlebih dahulu demokrat belum mempunyai apa-apa, hanya semangat. Karenanya, ia berharap kesetiaan orang-orang pada demokrat masih bertahan. Mudah2an dengan izin Allah dan dukungan rakyat, Insyaallah semua bisa berjalan,? kata Ketua Umum Gerakan Penyelamatan Bansa dan tanah air RI Wilayah Jakarta Selatan.

sutan-bhatoegana-415x300Keputusan Sutan Bhatoegana untuk terjun ke dunia politik setelah malang melintang berkarir di dunia usaha juga tak lepas dari peran sang ayah yang senantiasa mengingatkan untuk beristikharah kala mengambil keputusan. Dengan penuh keyakinan, ia pun masuk ke dunia yang menurut sebagian orang merupakan dunia hitam ini.

Dalam badan DPR RI, Sutan juga anggota dari komisi VII mewakili fraksi Partai Demokrat. Komisi ini mengurusi bidang Energi, Sumber Daya Mineral, Teknologi dan Lingkungan Hidup.

Di luar dunia politik, Sutan memiliki pengalaman berorganisasi yang mumpuni, yaitu menjadi Ketua Umum Gerakan Penyelamatan Bangsa dan Tanah Air RI untuk Wilayah Jakarta Selatan, Penasehat Generasi Muda Demokrat, Ketua Umum Alumni STTNAS Yogyakarta, Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORSAT Cilacap, Jawa tengah; Ketua Umum Batak Islam Cilacap, Jawa Tengah; dan pernah menjabat sebagai Kasie II Yon V Mahakarta ATN Yogyakarta.

Untuk langkah ke depan, Sutan Bhatoegana telah menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Sutan yang memang putera daerah dari Pematang Siantar akan kembali ke Sumatera Utara untuk memajukan daerah tersebut. Pemilihan Kepala Daerah Sumut sendiri baru akan dilaksanakan pada bulan Maret 2013.

Rabu (14/5/2014), Juru bicara KPK Johan Budi SP dalam jumpa pers di Gedung KPK mengatakan “Dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pembahasan anggaran APBNP 2013 di kementerian ESDM dengan tersangka SB, Ketua Komisi VII DPR”.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelumnya, dalam surat dakwaan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, disebutkan Sutan Bhatoegana menerima uang US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013.

Sumber:
dpr.go.id
merdeka.com

Share Button